| Sandiaga Uno: Potensi Industri Film Animasi Kabupaten Sleman Buka Lapangan Kerja Baru

| Berita dan pengumuman lainnya

Suara.com - Kabupaten Sleman menjadi lokasi ke-17 penyelenggaraan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022. Itu merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf/Baparekraf). Itu bertujuan untuk mendorong kebangkitan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno berkesempatan hadir dalam workshop yang diselenggarakan di Wisma Kagama, Kecamatan Depok, Sleman. Sandi mengungkapkan, melalui Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) tahun 2017, Kabupaten Sleman memilih komitmen gerak cepat (Gercep), gerak bersama (Geber), dan garap semua potensi lapangan usaha (Gaspol) dengan subsektor film animasi dan video.

"Kita harapkan film animasi dan video ini bisa menghasilkan terobosan. Agar Kabupaten Sleman bisa menjadi yang terdepan dalam film animasi dan video,” ungkap Sandi dalam sambutannya.

Kabupaten Sleman sendiri berada di Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Itu berarti Kabupaten Sleman memiliki potensi pariwisata yang besar.

Kabupaten Sleman beberapa kali mendapatkan penghargaan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif antara lain, Best Screenplay ASEAN Int Festival (2017), Funcell Malaysia (2017), dan Finalis Apresiasi Film Indonesia, Desa Wisata Pentingsari sebagai Desa Mandiri Inspiratif dan Desa Wisata Sambi masuk di ajang 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Dalam workshop tersebut, dihadirkan pula Andy Said Tandio. Dia adalah co-founder Rizky Riplay channel. Sebuah channel yang menampilkan animasi bertemakan hantu, kisah misteri, serta horor komedi. Andy sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman, memberi materi pembelajaran terkait pengembangan subsektor film, animasi, dan video dari produksi sampai pemasaran.

Peserta workshop adalah pelaku ekonomi kreatif yang mayoritas adalah generasi muda yang berada di Kabupaten Sleman dengan jumlah 35 orang. Mereka diharapkan semakin berperan mendorong bangkitnya ekonomi kreatif Indonesia. Selain itu, mereka dapat menciptakan lapangan kerja, gerak cepat, dan produk ekonomi kreatifnya berdaya saing tinggi.