| Menparekraf Sandiaga Uno Persiapkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui KaTa Kreatif Indonesia untuk Sambut Kebangkitan Pariwisata dan Ekraf

| Berita dan pengumuman lainnya

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia kali ini diselenggarakan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Itu merupakan lokasi ke-20 dari rangkaian program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tersebut.


Menteri Parekraf/Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengisi Workshop tersebut, Rabu (6/7/22). Sandi mendapatkan sambutan hangat dari jajaran pemerintahan dan peserta yang merupakan para pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf). Tampak Sandi didampingi oleh Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian.


Dalam workshop yang diselenggarakan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar tersebut, Sandi mengungkapkan, Kabupaten Tana Datar memilih sektor seni pertunjukan. "Kita ingin menyiapkan agar ekosistem ekonomi kreatif ini menyambut kebangkitan pariwisata dan ekonomi kita," terang Sandi disambut riuh tepuk tangan peserta Workshop. 


Sandi juga memberikan motivasi kepada peserta Workshop dengan konsep empat AS. Pertama kerja keras, kedua kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja secara ikhlas.


Kabupaten Tanah Datar memiliki potensi besar pada sektor ekraf yaitu pada subsektor seni pertunjukan. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang pengembangan usaha oleh pelaku ekraf. Dengan bekal kreativitas dan inovasi, pelaku ekraf dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


Pada subsektor seni pertunjukan, Kabupaten Tanah Datar memiliki ragam kesenian yaitu Randai, Saluang, Tari Piring, Talempong, Alu Katentong, dan Salawat Dulang, Tari Pasambahan, Tari Satampang Baniah. Ragam tari daerah dan seni pertunjukan ini dapat menjadi lokomotif pengembangan pariwisata, untuk pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin baik.


Workshop tersebut diikuti sebanyak 35 pelaku ekraf subsektor seni pertunjukan. Untuk dapat mengikuti workshop tersebut, peserta wajib mendaftarkan diri melalui website katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah mejalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat. Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekraf.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, diharapkan juga dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Tanah Datar. Kemenparekraf/Baparekraf juga terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komprehensif. Kabupaten Tanah Datar telah melaksanakan Uji Petik PMK3I pada tahun 2019 dengan subsektor unggulan seni pertunjukan, dan terpilih sebagai KaTa Kreatif Indonesia bersama 20 kabupaten/kota lainnya yg ditetapkan melalui SK Menparekraf pada tahun 2021.


Dengan mengikuti rangkaian kegiatan Penilai Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sehingga subsektor ekraf unggulan dapat terpetakan agar lebih fokus dan terarah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Kegiatan workshop ini juga mengundang pelaku ekraf lokal yang sukses Rama Soeprapto. Dia menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman, memberi materi pembelajaran terkait kreativitas, cara mengolah seni pertunjukan, dan pemasarannya di Kabupaten Tanah Datar.


Dengan terlaksananya workshop di Kabupaten Tanah Datar ini diharapkan para pelaku usaha Ekonomi Kreatif dapat meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki sehingga dapat bersaing dan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi sekitarnya.


Sementara itu kepada awak media, Sandi mengungkapkan, pihaknya mendorong Kabupaten Tanah Datar untuk menembus predikat dunia. Secara konkret, Kemenparekraf/Baparekraf akan mempersiapkan Kabupaten Tanah Datar untuk UCCN (The UNESCO Creative Cities Network) tahun depan. "Tujuan bersama masuk ke UCCN. Ini ada tiga yang sudah mencapai seluruh Indonesia. Ambon the city of music, Bandung the city of desain, dan Pekalongan the city of fashion culture. Jakarta tembus the city of literature. Kenapa tidak Tanah Datar," ujar Sandi, bersemangat. (*/F12)