| Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Angkat

| Berita dan pengumuman lainnya

PARIAMAN – Sumatera Barat memiliki potensi seni pertunjukan yang layak diacungi dua jempol yang popular Pariaman Culture Every Week. Itu merupakan pertunjukan kesenian tanah Minang yang dihelat setiap pekan. Selain itu, potensi kriya, pertunjukan,  kuliner, dan fesyen pun menjadi potensi lokal yang luar biasa.Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Kota Pariaman  dalam rangka Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia. Kota Pariaman   merupakan lokasi ke-17 dari rangkaian program Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022.

Berbicara tentang subsektor kuliner di Kota Pariaman sangat beragam dan didominasi oleh olahan ikan. Mulai dari Ikan Sala yaitu olahan Ikan Kembung yang digoreng dengan balutan tepung. Kemudian ada Sala Lauak, yaitu adonan tepung dengan campuran ikan dan rempah rempah, serta masih banyak lagi. Seperti Nasi Sek, Rakik Lauak, dan Gulai Katupek.

Keberagaman potensi tersebut, merupakan potensi yang sangat besar dan menjanjikan dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kota Pariaman. Potensi tersebut, jika dikembangkan melalui inovasi serta kreativitas, serta didukung oleh pemasaran berbasis teknologi akan sangat mendorong perekonomian daerah dan dapat membuka banyak lapangan kerja.Dikatakannya,  ada peluang mengambil peran. Karena pandemi Virus Covid-19  ini memberikan suatu konsepsi baru, pertama yaitu inovasi.  Para pengusaha usaha ekonomi kreatif akan sukses jika terus berinovasi. Yang kedua beradaptasi. Jangan sampai kita tidak terdigitalisasi dengan adaptasi. Apalagi sekarang kita sudah masuk ke dalam era kolaborasi. Kita masuk industri revolusi 4.0 dan society 5.0. Kita punya program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang akan mendigitalisasi 30 juta UMKM yang ada di Indonesia.

“Dulu kita fokus berkompetisi. Sekarang kita harus berkolaborasi,” beber Sandiaga  dalam workshop yang digelar di Balai Wali Kota Pariaman, Selasa (5/7).

Hadir Walikota Pariaman diwakili Sekdako Yota Balad, Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora dan Kapolres Pariaman AKBP . Abdul AzisDi kesempatan itu juga, kepada sejumlah  awak media, Sandi mengatakan, pihaknya telah memulai pembangunan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pariaman. Ada empat potensi subsektor di kota tersebut, pertama seni pertunjukan, kuliner, kriya, dan fesyen. ”Harapannya merekalah yang menjadi ujung tombak penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini. Dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” terang Sandi.

Terkait potensi seni pertunjukan, Sandi mengungkapkan Tari Piring bisa menjadi daya tarik utama dari pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. ”Terutama dari sisi ekonomi kreatifnya. Ini akan kita dorong ke depan,” ungkapnya.

Peserta workshop adalah pelaku ekonomi kreatif yang mayoritas adalah generasi muda yang berada di Kota Pariaman  dengan jumlah 35 orang. Mereka diharapkan semakin berperan mendorong bangkitnya ekonomi kreatif Indonesia. Selain itu, mereka dapat menciptakan lapangan kerja, gerak cepat, dan produk ekonomi kreatifnya berdaya saing tinggi.

Sementara itu, kegiatan workshop juga diisi oleh pemateri yang sangat berkompeten di bidangnya, yaitu Ahmad Gozali yang berbagi pengalaman dan memberi materi pembelajaran terkait permodalan bagi pelaku atau usaha ekraf.

Dengan terlaksananya workshop di Kota Pariaman ini diharapkan para pelaku usaha ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki sehingga dapat bersaing dan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.